Gaya Belajar Siswa

Saya perlu ilustrasi dari apa yang diajarkan agar lebih memahami sesuatu

Saya tertarik pada obyek yang mempunyai warna mencolok, berwarna, dan yang merangsang mata

Saya lebih suka buku yang menyertakan ilustrasi dan gambar.

Saya terkesan sedang "melamun" saat membayangkan apa yang saya dengar

Saya mudah mengingat apabila saya melihat orang yang berbicara.

Saya harus membicarakan suatu masalah dengan suara keras untuk memecahkannya.

Apa yang harus saya ingat, harus saya ucapkan dulu.

Saya akan mudah menghafal, jika saya ucapkan berkali - kali

Saya mudah mengingat sesuatu apabila didengarkan

Saya lebih suka mendengarkan rekamannya, daripada duduk dan membaca bukunya

Saya tidak bisa duduk berdiam lama - lama

Saya lebih mudah belajar apabila melibatkan beberapa anggota tubuh

Saya hampir selalu melakukan gerakan tubuh.

Saya suka membaca atau mendengarkan cerita aksi

Gaya Belajar Siswa
Anda Seorang Auditory

Modalitas ini mengakses segala jenis bunyi dan kata baik yang diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, rima, dialog internal, dan suara lebih menonjol di modalitas ini. Strategi yang dapat dilakukan siswa dengan modalitas Auditorial (DePorter dkk., 2000): 1. Mendengarkan kuliah, contoh dan cerita serta mengulang-ulang informasi. 2. Mencoba lebih banyak merekam daripada mencatat, untuk diperdengarkan kembali berulang-ulang. 3. Berbicara dengan diri sendiri untuk memahami suatu konsep. 4. Membuat fakta panjang mengenai suatu informasi dengan mengubahnya menjadi lagu, dengan melodi yang sudah dikenal baik. 5. Pada beberapa siswa auditorial, dapat mendengarkan musik sebagai teman belajar. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru terhadap siswa dengan modalitas Auditorial (DePorter dkk., 2000): Gunakan variasi lokal (perubahan nada, kecepatan, dan volume) dalam presentasi. Ajarkan sesuai dengan cara guru menguji: jika guru menyajikan informasi dalam urutan atau format tertentu, ujilah informasi itu dengan cara yang sama. Gunakan pengulangan, minta siswa menyebutkan kembali konsep kunci dan petunjuk. Setelah tiap segmen pengajaran, minta siswa memberitahukan teman di sebelahnya satu hal yang dia pelajari. Nyanyikan konsep kunci atau minta siswa mengarang lagu/rap mengenai konsep itu. Kembangkan dan dorong siswa untuk memikirkan jembatan keledai untuk menghafal konsep kunci. Gunakan musik sebagai aba-aba untuk kegiatan rutin (misalnya musik sirkus untuk membersihkan pekerjaan).
Anda Seorang Visual

Modalitas ini mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental, dan gambar akan lebih menonjol dalam modalitas ini. Strategi yang dapat dilakukan siswa dengan modalitas Visual (DePorter dkk., 2000): 1. Banyak membuat simbol dan gambar dalam catatan mereka. 2. Tabel dan grafik akan membantu memperdalam pemahaman matematika dan ilmu pengetahuan. 3. Menggunakan mind map (peta pikiran) sebagai alat bantu belajar. 4. Melakukan tinjauan umum secara sekilas mengenai bahan pelajaran sebelum mereka terjun ke dalam perinciannya. Strategi yang dapat dilakukan siswa dengan modalitas Visual (DePorter dkk., 2000): Banyak membuat simbol dan gambar dalam catatan mereka. Tabel dan grafik akan membantu memperdalam pemahaman matematika dan ilmu pengetahuan. Menggunakan mind map (peta pikiran) sebagai alat bantu belajar. Melakukan tinjauan umum secara sekilas mengenai bahan pelajaran sebelum mereka terjun ke dalam perinciannya.
Anda Seorang Kinestetik

Modalitas ini mengakses segala jenis gerak dan emosi baik yang diciptaka maupun diingat. Hal yang menonjol pada modalitas ini adalah gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional dan kenyamanan fisik. Strategi yang dapat dilakukan siswa dengan modalitas Kinestetik (DePorter dkk., 2000): 1. Belajar melalui gerakan. 2. Menghafal informasi dengan mengasosiasikan gerakan dengan setiap fakta. 3. Pada situasi tertentu, dalam belajar siswa dapat menjauhkan diri dari bangku, duduk di lantai dan menyebearkan pekerjaan di sekeliling mereka. Strategi yang dapat dilakukan oleh guru terhadap siswa dengan modalitas Kinestetik (DePorter dkk., 2000): 1. Gunakan alat bantu saat mengajar untuk menimbulkan rasa ingin tahu dan menekankan konsep-konsep kunci. 2. Ciptakan simulasi konsep agar siswa mengalaminya. 3. Jika bekerja dengan siswa perseorangan, berikan bimbingan paralel dengan duduk di sebelah mereka, bukan di depan atau belakang mereka. 4. Cobalah berbicara dengan setiap siswa secara pribadi setiap hari – sekalipun hanya salam kepada para siswa saat mereka masuk atau “Saya senang kamu berpartisipasi” saat mereka keluar kelas. 5. Peragakan konsep sambil memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajarinya langkah demi langkah. 6. Ceritakan pengalaman pribadi mengenai wawasan belajar guru kepada siswa , dan dorong mereka untuk melakukan hal yang sama. Izinkan siswa berjalan-jalan di kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *